Ya Allah

kuingat Engkau saat alam begitu gelap

gulita, dan wajah zaman berlumuran debu hitam

Kusebut nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang,

dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah

Betapapun kulukiskan keagungan -Mu dengan deretan-deretan huruf,

Kekudusan-Mu tetap meliputi semua arah

Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna,

akan lebur, mencair di tengah keagungan-Mu, wahai Rabku

Sumber:

Samson Rahman (penterjemah) dari Dr. Aidh al-Qarni, La Tahzan, Jangan bersedih, Jakarta: Qisthi Press, 2004