Salah satu alat ukur sampai seberapa kekuatan posisi nilai rupiah dalam perekonomian dapat dilihat dari Nilai Tukar Rupiah. Akhir-akhir ini wacana yang muncul dan benar-benar telah terjadi adalah kebijakan menaikkan harga BBM yang diharapkan akan mampu memperbaiki perekonomian bangsa yang sudah semakin carut marut.

Perkembangan Nilai tukar rupiah sebagaimana disarikan dari Kompas selama bulan Mei 2008 menunjukkan bahwa ketika wacana kenaikan BBM mulai bergulir, nilai tukar rupiah, cenderung kian merosot, apalagi pasca kenaikan harga BBM yang didiberlakukan pada Sabtu, 24 Mei 2008 dini hari.

Bulan Mei-08 Kurs Tengah Uang Asing BI Kurs Tengah bloomberg
1 9234 9230
2 9232 9225
5 9236 9221
6 9227 9237
7 9229 9268
8 9261 9265
9 9254 9240
12 9263 9250
13 9258 9277
14 9300 9285
15 9314 9315
16 9305 9281
19 9296 9310
20 9296 9280
21 9311 9292
22 9315 9337,5
23 9340 9325
26 9342 9350
27 9376 9340
28 9322 9310
Rata-rata 9285,55 9281,925

 (disarikan dari Kompas, Mei 2008)

Inflasi Bulan Mei 2008 diperkirakan akan mencapai 1% atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya 0,57%. Akibat inflasi ini diperkirakan akan meningkatkan “ketidakberdayaan” masyarakat dalam mengakses sumber-sumber ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

Multiplier effect lebih jauh, akankah bangsa ini akan mampu bangkit dari keterpurukan.. mampukah HDI (Human Development Indeks) sebagai indikator kesejahteraan masyarakat mampu dipertahankan. Kiranya dengan kondisi yang semakin “serba terpuruk” sangatlah sulit untuk mempertahankan tingkat kesejahteraan masyarakat, apalagi lebih baik.

(Siti Fatonah)