Juni 2008


MANAJEMEN WAKTU UNTUK MENCAPAI SUKSES

 

By. Siti Fatonah

 

Waktu berjalan begitu cepat, bagai anak panah yang melesat dari busurnya, tanpa ada yang bisa menahan.. terus dan terus berlari hingga sampai waktunya berakhir dalam titik penghabisan.

Sepermilyard-milyard trillun detik yang lalu, tak kan pernah kembali dan tak pernah kita temui lagi.

 

Think and Action (Andrie Wongso)

Proses think (berfikir) tanpa Action (tindakan) hanya akan berujung kesia-siaan dan Action tanpa think sebagai dasar ke mana kita mengarah, akan bias ke mana-mana (tidak fokus)

Agar antara think dan Action bias bersinergi ada tiga hal penting yang perlu dicermati:

1.     Tanya diri sendiri :

  1. Identifikasi apa saja kelebihan yang kita miliki dan bisa kita maksimalkan di tahun ini.
  2. Buat rencana relevan sebagai dasar tindakan
  3. Buat mimpi (Visi) yang disesuaikan dengan kemampuan
  4. Berfikir realistis

 

2.     Lakukan :

  1. Lakukan tindakan (action) atas rencana kita untuk mencapai kesuksesan. Kesuksesan merupakan kondisi tercapainya hasil maksimal dari tindakan atas buah pikiran kita.
  2. Kombinasi Think dan Action merupakan kekuatan yang tidak bisa dipisahkan

 

3.     Gali Potensi diri :

  1. Rencana dan tindakan tidak pernah lepas dari unsur kekuatan Allah SWT
  2. Pengalaman jadikan bahan pembelajaran
  3. Selalu berfikir positif
  4. Belajar memperbaiki diri, bijaksana dalam menyikapi segala kondisi
  5. Belajar dan terus belajar, sebelum ajal menjemput. Mereka yang mau belajar yang akan menjadi manusia seutuhnya.

”Success is My Right” (Andrie Wongso)

           

Berkaitan dengan pemanfaatan waktu, Allah SWT berfiman dalam QS. 103 (al-Ashr): 

Yang artinya :

(1) Demi waktu, (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (3) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.  

 

Dari berbagai tulisan mengenai pengelolaan stress, bahwa stress bias terjadi pada siapa saja, kapan saja dan kapan pun. Untuk menghindari stress perlu manajemen hati, kepasrahan dan keikhlasan (meminjam istilah Erbe Sentanu dan Dr. Aidh al-Qarni). Dengan kepasrahan dan keikhlasan, hasil kerja keras yang diiringi dengan do’a (ibadah) bagaimanapu kualitasnya, akan dapat kita terima dengan hati lapang.

 

Stressing :

  1. manfaatkan waktu sebaik mungkin, karena sedikit pun waktu yang pernah kita tinggalkan tak kan pernah kembali lagi
  2. Untuk mengoptimalkan waktu, agar mempunyai manfaat lebih, adalah dengan merencanakan sebaik-baiknya sesuai kemampuan (potensi) dan lakukan seluruh rencana secara rigit.
  3. Doa dan ibadah harus sinergi dan selalu dilakukan.
  4. Ikhlas dan pasrah menerima hasil yang diperoleh.

 

Pustaka :

Digital Qur’an versi 3.2.

Andrie Wongso. Intisari 536, Maret 2008. Inspirasi. Jakarta: Gramedia

Aidh al-Qarni, DR. La_Tahzan. Terj. Samson Rahman. Jakarta: Qisthi Press.

Erbe Sentanu. 2008.Quantum Heart. Jakarta: Katahati

 

_________________

  (lagi…)

untuk perkembangan mengetahui inflasi yang ada di negara kita bisa di lihat dari web ini :

http://www.bi.go.id/web/id/Indikator+Moneter+dan+Perbankan/Inflasi/

Kaya Tidak Jaminan Bahagia

Siti Fatonah

 

Bahagia merupakan sebuah istilah yang termasuk dalam golongan noun yang berarti keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yangmenyusahkan) sebagaimana dalam (Muhaimin, 2000: 87). Sedangkan kebahagiaan diartikan sebagai kesenangan dan ketentraman hidup (lahir dan batin).

            Makna di atas merupakan makna yang telah dibakukan dalam bahasa nasional kita, namun realita dalam hidup dan kehidupan kita, kiranya kebahagiaan dapat diartikan menurut versi masing-masing, dengan ukuran masing-masing pula. Andai ada pertanyaan, bagaimana kebahagiaan menurut Anda, tentunya pertanyaan sederhana tersebut akan memiliki berbagai warna pendapat sesuai banyaknya pemberi jawaban, sesuai kebebasan mereka dalam berpersepsi walaupun tidak tahu apakah ungkapan tersebut sesuai apa yang dirasakanya.

Memahami Teori Maslow (yang dikemukakan oleh Abraham Maslow), bahwa dalam mencapai tingkat kepuasan atau kebahagiaan, antara manusia yang satu dengan manusia yang lain memiliki cara yang berbeda dalam memenuhinya. Dalam teori tersebut ada lima jenjang kebutuhan manusia yaitu (1) kebutuhan mempertahankan hidup (fisiologis); (2) rasa aman; (3) sosial; (4) penghargaan  dan (5) aktualisasi diri. Menurut Ratna djuwita Chaidir, bahwa semakin tinggi tingkatan kebutuhan tersebut, semakin sedikit orang yang mampu mencapainya (Widyasmoro, T. Tjahjo, 2008 : 16).

 

Bagaimana kebahagiaan orang Indonesia?

Apakah kaya jaminan bahagia?

Kesejahteraan masyarakat sebagaimana kita ketahui selalu diukur dengan HDI (Human Development Index) atau di Indonesia dikenal dengan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang pada akhir-akhir ini (pasca reformasi) menunjukkan bahwa posisi HDI Indonesia semakin terpuruk., bahkan pada tahun 2006 berada pada ututan ke 108 dari 177 negara di dunia yang diperhitungkan (jumlah Negara didunia 199), atau terendah di Asia Tenggara. Artinya bahwa kesejahteraan masyrakat Indonesia sangat-sangat buruk. Sebagai pembanding Negara tertangga terdekat Singapore berada pada urutan 25, Malaysia 61 dan Australia pada urutan 3. (selengkapnya lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_Indeks_Pembangunan_Manusia )

Indonesian Happiness Index 2007 (indeks Kebahagiaan Indonesia)  sebagaimana dalam Widyasmoro, (2008 : 16), menunjukkan bahwa (1) Frontier Consulting Group (kaum professional) sebagai orang yang paling berbahagia; (2) Midle management, tentara dan pegawai tingkat staf pada urutan kedua; (3) Kaum the haves atau top management menempati pada urutan terendah (paling tidak berbahagia). Selengkapnya lihat http://aditsh.blogspot.com/2008/03/survey-indeks-kebahagiaan.html

 

 

Pustaka :

Muhaimin, A. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka

Widyasmoro, T. Tjahjo. 2008 . Bahagia Juga Punya ukuran. Intisari No. 536 ed. Maret 2008 : 16. Jakarta : Gramedia

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_Indeks_Pembangunan_Manusia

http://aditsh.blogspot.com/2008/03/survey-indeks-kebahagiaan.html

____________