MANAJEMEN WAKTU UNTUK MENCAPAI SUKSES
By. Siti Fatonah
Waktu berjalan begitu cepat, bagai anak panah yang melesat dari busurnya, tanpa ada yang bisa menahan.. terus dan terus berlari hingga sampai waktunya berakhir dalam titik penghabisan.
Sepermilyard-milyard trillun detik yang lalu, tak kan pernah kembali dan tak pernah kita temui lagi.
Think and Action (Andrie Wongso)
Proses think (berfikir) tanpa Action (tindakan) hanya akan berujung kesia-siaan dan Action tanpa think sebagai dasar ke mana kita mengarah, akan bias ke mana-mana (tidak fokus)
Agar antara think dan Action bias bersinergi ada tiga hal penting yang perlu dicermati:
1. Tanya diri sendiri :
- Identifikasi apa saja kelebihan yang kita miliki dan bisa kita maksimalkan di tahun ini.
- Buat rencana relevan sebagai dasar tindakan
- Buat mimpi (Visi) yang disesuaikan dengan kemampuan
- Berfikir realistis
2. Lakukan :
- Lakukan tindakan (action) atas rencana kita untuk mencapai kesuksesan. Kesuksesan merupakan kondisi tercapainya hasil maksimal dari tindakan atas buah pikiran kita.
- Kombinasi Think dan Action merupakan kekuatan yang tidak bisa dipisahkan
3. Gali Potensi diri :
- Rencana dan tindakan tidak pernah lepas dari unsur kekuatan Allah SWT
- Pengalaman jadikan bahan pembelajaran
- Selalu berfikir positif
- Belajar memperbaiki diri, bijaksana dalam menyikapi segala kondisi
- Belajar dan terus belajar, sebelum ajal menjemput. Mereka yang mau belajar yang akan menjadi manusia seutuhnya.
”Success is My Right” (Andrie Wongso)
Berkaitan dengan pemanfaatan waktu, Allah SWT berfiman dalam QS. 103 (al-Ashr):
Yang artinya :
(1) Demi waktu, (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (3) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
Dari berbagai tulisan mengenai pengelolaan stress, bahwa stress bias terjadi pada siapa saja, kapan saja dan kapan pun. Untuk menghindari stress perlu manajemen hati, kepasrahan dan keikhlasan (meminjam istilah Erbe Sentanu dan Dr. Aidh al-Qarni). Dengan kepasrahan dan keikhlasan, hasil kerja keras yang diiringi dengan do’a (ibadah) bagaimanapu kualitasnya, akan dapat kita terima dengan hati lapang.
Stressing :
- manfaatkan waktu sebaik mungkin, karena sedikit pun waktu yang pernah kita tinggalkan tak kan pernah kembali lagi
- Untuk mengoptimalkan waktu, agar mempunyai manfaat lebih, adalah dengan merencanakan sebaik-baiknya sesuai kemampuan (potensi) dan lakukan seluruh rencana secara rigit.
- Doa dan ibadah harus sinergi dan selalu dilakukan.
- Ikhlas dan pasrah menerima hasil yang diperoleh.
Pustaka :
Digital Qur’an versi 3.2.
Andrie Wongso. Intisari 536, Maret 2008. Inspirasi. Jakarta: Gramedia
Aidh al-Qarni, DR. La_Tahzan. Terj. Samson Rahman. Jakarta: Qisthi Press.
Erbe Sentanu. 2008.Quantum Heart. Jakarta: Katahati
_________________