Untukmu 4
Kepada yang selalu ikhlas dan sabar
Fath WS
Kutemukan jasadmu di bawah kolong langit, terpancar cahaya pagi, hingga tak mampu lagi kukenali jasadmu yang dulu.. tapi jiwa dan nuranimu sangat lekat, bahwa engkau tak pernah mati..walau sekedar mati suri.
Dibibirmu kulihat dari angkasa, ada berbait-bait syair suci yang selalu mengalir seiring nafasmu…”itu kekuatan” begitu katamu…”Tuhanku yang memiliki kuasa dan kekuatan, aku hanya bisa memohon dan memohon” begitu kilahmu di sela isakmu.
Pergilah engkau dalam duniamu..biarkan aku tetap menahan diri dalam duniaku yang penuh misteri..pergi dan ingatlah
hanya yang sabar,
hanya yang ikhlas,
hanya yang selalu mengingat-Nya
kan terjaga selamnya
Lalu lambaian semu berkibas bagai angin surga, mengiringi kepergianmu.
Lembah Tidar dalam kelabu,
12 Januari ’09
Januari 17, 2009 at 6:24 pm
kalau sudah menjadi jasad, seharusnya si tokoh ga lagi bisa bernafas apalagi berkata2.
mungkin posisi kalimat2nya agak tabrakan atau terbalik ya sehingga agak membingungkan menafsirkan puisi tersebut.
terus aja berkarya. jangan down karena kritikan ga jelas dari orang yang ga berkompeten kayak saya
Januari 17, 2009 at 9:52 pm
Makasih , memang jasadnya ditemukan.. namun jiwanya tidak mati.. yang dibicarakan adalah jiwanya..